Tampilkan postingan dengan label realita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label realita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

PENGHIJAUAN 14 RIBU POHON BEKERJA SAMA DENGAN PDAM, KODIM DI DESA GENILANGIT MAGETAN

Pagi itu, tanggal 27 Februari 2013 hari Rabu, saya bersiap-siap berangkat ke kampus jam 06.30. Kenapa berangkat jam 06.30? Karena sebenarnya saya diminta untuk ikut dalam penghijauan, waktu itu lokasi dan tempat masih dirahasiakan. Setelah semua berkumpul di kampus, selanjutnya saya dan teman-teman lain bersama anggota PDAM Magetan ( Bapak Gunawan dan yang lain). Bersama-sama naik mobil box (bagian belakang terbuka), seru juga sih 
Memang belum pernah sih perjalanan ke gunung seperti itu, hehehhe (pengalaman juga). Perjalanan disana sangat seru dengan guyonan para teman-teman dan kakak tingkat, dengan jalan yang berkelok-kelok khas jalan di pergunungan 
Setelah sampai di lokasi penghijauan di Desa Genilangit, sebuah tenda telah terpasang di SDN 2 Genilangit dan TK Siti…(Kepanjangannya lupa, hehehehe). Kami diminta untuk gladi bersih bersama siswa-siswa SD dan TK, dengan menyayikan lagu “Selamat Datang” disepanjang jalan saat Bapak Bupati datang. Pembagian tugas dengan 4 orang akan menjadi pemandu saat Bapak Bupati menanam dan melakukan penghijauan bersama Komandan Kodim dan Dirut PDAM ( Mbak Try memandu Bapak Bupati, Saya memandu Komandan Kodim, Mbak Mella memandu Dirut PDAM, dan Insan bersiap dibawah dengan ember dan handuk beserta sabun cuci tangan), dan sisanya akan menyerahkan pohon Po’o kepada Dirut PDAM diserahkan kepada warga (Lurah Genilangit) dan sisanya lagi akan menyerahkan sepatu boot (kalau-kalau Bapak Bupati tidak membawa sepatu ket dan ingin memakai sepatu boot). Partisipasi warga terlihat sekali disana dan antusiame warga pun terlihat, berjajar dirumah-rumah menyambut Bapak Bupati dan sebagian warga juga bergotong royong untuk memasak makanan (prasmanan). Tak lupa juga ternyata Pak Sigit Gunawan, M.Kes, yaitu Ketua Prodi Kesehatan Lingkungan Kampus Magetan pun ternyata juga hadir loh, bersama 2 ibu dosen kami.
Lama menunggu Bapak Bupati datang, kami bersama warga dihibur oleh dangdut dan campursari. Jam 11.00 siang, kami bersiap menyambut kedatangan Bapak Bupati, berjajar dn menyanyikan lagu “Selamat Datang” bersama anak-anak SD. Acara pun dimulai dari sambutan Bapak Dirut PDAM sampai sambutan Bapak Bupati, dan penyerahan pohonn po’oh kepada Lurah Desa Genilangit. Acara inti adalah penanaman pohon po’oh, kenapa harus pohon po’oh bukan pohon-pohon yang lain? Karena pohon po’oh sangat cocok ditanam dipegunungan selain itu, dapat membuat struktur tanah di pegunungan stabil. Ke-4 orang tadi memandu ke tempat penanaman pohon po’oh dengan diiringi para jajaran pejabat, wartawan dll. Saya pun memandu Bapak Komandan Kodim untuk menanam pohon po’oh tersebut.
Setelah acara penanaman selesai (ternyata penanaman secara simbolis saja, 14 ribu pohon lagi akan ditanam warga Genilangit beserta para awak Kodim), acara makan-makan pun dimulai dan terasa sekali sikap kekeluargaan mereka, seluruh wargapun langsung menyantap makanan, tak ketinggalan para petinggi Kab.Magetan itu.
Sekitar jam 13.00 siang, kami pulang, dan mampir sebentar di sebuah wihara (karena dulunya Desa Genilangit adalah pusat agama hindu &budha) dan diatasnya lagi ada sebuah makam sesepuh Ki Ageng …. (Lupa namanya, hehehehe)
Woww….perjalanan penuh adrenalin, seru, tak lupa guyon-guyonan setiap perjalanan pulang ke kampus 

Share READ MORE - PENGHIJAUAN 14 RIBU POHON BEKERJA SAMA DENGAN PDAM, KODIM DI DESA GENILANGIT MAGETAN

Minggu, 03 Februari 2013

10 Gangguan Syetan Dalam Sholat

Tak sedikit dari kita atau malah sering, saat kita sholat pernah tak konsentrasi, atau lupa rakaat berapakah kita sholat. Nah, sekarang kita membahas tentang 10 Gangguan Syetan Dalam Sholat. Yuk...Intip :)

1. Waswas Saat Melakukan Takbiratul Ihram.
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar" , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi
dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
Ibnul Qayyim berkata, "Termasuk tipu daya syetan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam shalat".
Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman.

2. Tidak Konsentrasi Saat Membaca Bacaan Shalat.
Sahabat Rasulullah yaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam shalatku dan membuat bacaanku salah dan rancu".
Rasulullah menjawab, "Itulah syetan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Akupun melakukan hal itu dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku" (HR. Muslim).

3. Lupa Jumlah Raka'at Yang Telah Dikerjakan.
Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, "Jika salah seorang dari kalian shalat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam" (HR Bukhari dan Muslim)

4. Hadirnya Pikiran Yang Memalingkan Konsentrasi.
Abu Hurairah berkata, "Rasulullah bersabda, "Apabila dikumandangkan adzan shalat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang shalat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat" (HR. Bukhari)

5. Tergesa-gesa Untuk Menyelesaikan Shalat.
Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".
Tentu saja bila shalat dalam kondisi tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah. Pada zaman Rasulullah ada orang shalat dengan tergesa- gesa. Akhirnya Rasulullah memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena shalat yang telah ia kerjakan belum sah. Rasulullah bersabda kepadanya, "Apabila kamu shalat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah) , lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat shalatmu" (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Melakukan Gerakan-Gerakan Yang Tidak Perlu.
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya.
Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas shalat. "Jangan bermain kerikil ketika shalat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah". Orang tersebut bertanya, "Apa yang dilakukannya? " Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah" kata Ibnu Umar (HR. Tirmidzi)

7. Menengok Ke Kanan Atau Ke Kiri Ketika Shalat
Dengan sadar atau tidak, orang tersebut menengok ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak gampang dicuri oleh syetan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika shalat". Rasulullah menjawab, "Itu adalah curian syetan atas shalat seorang hamba" (HR. Bukhari)

8. Menguap dan Mengantuk
Rasulullah bersabda, "Menguap ketika shalat itu dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah sebisa mungkin" (HR Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... berarti syetan tertawa dalam mulutnya" (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Bersin Berulang Kali Saat Shalat.
Syetan ingin menggangu kekhusyu'an shalat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud, "Menguap dan bersin dalam shalat itu dari syetan" (Riwayat Thabrani).
Ibnu Hajar mengomentari pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah adalah yang terjadi dalam shalat sedangkan bersin di luar shalat itu tetap disenangi Allah. Hal itu tidak lain karena syetan memang ingin menggangu shalat seseorang dengan berbagai cara"

10. Terasa Ingin Buang Angin Atau Buang Air.
Rasulullah bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya" (HR Muslim).

Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syetan dalam shalat.
Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah dari gangguan-gangguan tersebut.

AAMIIN...

Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syetan terkutuk.
A'udzubillahi minasyaithoonirraajiim.,..

Share READ MORE - 10 Gangguan Syetan Dalam Sholat

Minggu, 15 Juli 2012

Hati atau Cinta?

10 Mei 2012, 19.00 WIB Hatiku kini terpatri hanya untuk satu hati Satu hati entah untuk siapa? Kemana akan kuberikan? Aku bingung... Hati? Cinta? Apa itu Cinta? Perasaan yang kadang manis atau malah menyakitkan? Darimanakah makna itu lahir? Apakah lahir seperti seorang bayi dari rahim bunda? Siapa tahu makna itu lahir darimana? Dari atas langitkah?
Share READ MORE - Hati atau Cinta?

Senin, 09 Juli 2012

Harapan :)

malam itu aku mencoba menitipkan sebuah keinginan
keinginan yang tlah lama aku pendam
keinginan yang tlah membuat ku tergetar bila mengingatnya...
ku coba titipkan keinginan itu...
satu kali, tak sampai
dua kali, tak sampai
hingga...
99 kali pun tak sampai juga
aku sampaikan lagi...
kali ini aku yakin...
kali ini aku mengharapkan
100 kali keinginan tlah kusampaikan...
tak ada kabar...
aku menunggu...
gelisah, galau, berkecamuk...
aku mulai putus asa?
apa mungkin Sang Agung belum meridhoi jalan ini?
apa mungkin Sang Agung mempunyai rencana lain?
ah...kutepiskan pikiran buruk itu jauh2
aku masih saja meronta, menangis,
hanya jalan itu yang kumau...
hanya jalan itu yang aku damba
hingga aku mulai kehabisan kesabaran...
mungkin Sang Agung mulai mengerti dan membukakan jalan untukku...
jalan yang ku mau...
akhirnya dalam genggaman



Share READ MORE - Harapan :)

Jumat, 29 Juni 2012

Cara Menjadi Remaja Baik tapi Tetap Gaul

Siapa sih yang nggak pengen dikatain anak gaul, apalagi bagi kita-kita yang menginjak usia remaja sekarang ini. Tapi, masih banyak loh remaja yang salah pengen gaul tapi salah pergaulan. Contohnya ya, merokok, minum minuman keras, seks bebas, balapan liar bahkan narkoba. Coba deh bayangin masa depan kita dan mereka, kalo kita melakukan hal semacam itu?.
Jadi gimana sih jadi remaja baik tapi tetap gaul...intip tips berikut dari Ira yak ...
>,<

1. Be Yourself
2. Jangan cepat marah
3. Jadilah pribadi yang ramah dan selalu tersenyum (tapi senyumnya jangan berlebihan ntar dikira gila loh...hehehehe
4. Tunjukkan semua bakat yang kamu miliki atau potensi yang ada didiri kamu
5. Jangan mudah mengeluh
6.Jangan membicarakan dirimu terus
7.Peka terhadap suasana hati teman
8.Jangan bersikap plin-plan
9.Be Creative
10.Jangan pernah mendendam
11.Cukin orang yang suka berpikir negatif
12.Jangan jadi orang yang negatif thinking
13.Tujukan jiwa kepemimpinanmu, tetapi bukan BOSS
14.Coba hal baru yang positif
15.Milikilah ambisi yang positif
16.Jangan bau badan dan bau mulut
17.Penampilan rapi, dan modis
18.Berani mengeluarkan pendapat yang positif
19.Jauhi NARKOBA
20.Milikilah sikap yang easy going alias asyik dan positif
21. Berilah pujian yang tulus kepada teman
22. Berterima kasihlah dan jangan bersikap sombong
23. Pandanglah lawan bicaramu saat berbicara
24.Perhatikan hal-hal kecil yang ada pada temanmu
25.Jangan menjadi si jutek

Semoga tips diatas berguna buat kamu-kamu yaa
:D
Share READ MORE - Cara Menjadi Remaja Baik tapi Tetap Gaul

Senin, 25 Juni 2012

Cara Menghilangkan Stress

Pasti sebagian besar dari kita pernah mengalami gejala strees,,entah itu stress karena pekerjaan, cinta, ataupun keluarga. Nah...kali ini ira mau posting nih soal "Cara Menghilangkan Stress" buat kamu kamu yang mungkin merasa stress karena beban hidup
cekibrotttt!!
^o^
1. Jalan cepat

Menurut Shawn Talbott, Ph.D, ahli Biokimia yang juga pengarang buku The Cortisol Connection, jalan cepat 30 menit menghasilkan khasiat meredakan stres yang sama dengan lari 30 menit di treadmill. Hal ini karena jalan cepat dapat meningkatkan produksi serotonin dan endorfin, zat-zat kimia di otak yang dapat memberikan rasa relaks. Nah, bila sedang penat dengan aktivitas kantor atau urusan rumah tangga, tak ada salahnya meluangkan waktu 30 menit saja untuk melakukan jalan cepat. Lakukan di taman atau berjalanlah di sepanjang selasar kantor. Bila memungkinkan lakukan ketika jam makan siang. Caranya dengan memilih tempat makan yang jauh kemudian kembalinya, lakukan sambil berjalan cepat.

2. Makan Cokelat

Cokelat memang asyik dimakan. Rasanya yang khas kerap membuat ketagihan. Tak hanya itu, cokelat juga memiliki khasiat menenangkan stres karena memiliki kandungan phenylethylamine. Phenylethylamine adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan tryptophane ke dalam sel otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah munculnya perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Karenanya, kala sedang gundah atau stres, mengonsumsi cokelat terasa sangat nikmat dan menenangkan.

3. Nonton film komedi

Menonton film komedi atau sitkom, pastinya akan mengundang tawa. Ternyata, aktivitas ini mampu menurunkan stres. Tak perlu lama cukup 15–30 menit saja. Menurut penelitian ketika seseorang tertawa terbahak-bahak saat menonton film komedi maka pembuluh arterinya akan melebar sehingga dapat mengurangi ketegangan yang jadi penyebab terjadinya stres. Usai tertawa, Anda pasti akan merasa bahagia dan mental Anda kembali tenang. Saat tertawa tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang memberikan rasa nyaman bagi tubuh (sebagai penenang alami). Selain itu, ketika tertawa, peredaran darah dalam tubuh pun menjadi lancar, kadar oksigen dalam darah meningkat, dan teknanan darah pun kembali normal. Jadi, tertawalah karena itu membuat Anda berbahagia dan menyehatkan.

4. Mencamil Kacang

Ketika hati sedang gundah, banyak yang mengalihkan keresahannya dengan makan. Jangan asal makan, pilihlah setengah cangkir kacang-kacangan (kacang tanah, kacang mede, kacang almond). Makan kacang-kacangan dapat membantu mengatasi semangat yang naik turun. Buku Optimum Health karangan Stephen T. Sinatra M.D., menyebutkan kacang-kacangan mengandung magnesium, salah satu zat penenang alamiah.

5. Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik sambil bersantai atau melakukan aktivitas tertentu dapat mengurangi stres. Sebuah riset yang dilakukan di Michigan State University menyebutkan mendengarkan musik yang disukai (bukan musik keras atau ingar bingar) sangat menenangkan. Musik membuat pernapasan dan denyut jantung menjadi lambat sehingga terjadi penurunan hormon stres kortisol sampai 25%. Jadi, tak ada salahnya mempersiapkan CD atau kaset yang berisi musik-musik menenangkan di kantor atau pada kendaraan sehingga saat stres menyerang, Anda tinggal menangkalnya dengan mendengarkan musik.

6. Berendam air panas

Siapkan air hangat untuk mandi. Pasanglah musik yang menenangkan. Peraskan setengah bagian jeruk lemon, campur dengan 3 tetes minyak esensial lemon, 2 tetes minyak pepermin, dan 3 tetes minyak esensial pinus, masukkan ke dalam air. Lalu, taburkan irisan jeruk lemon dan daun min segar ke dalam air. Gunakan air tersebut untuk berendam selama kurang lebih 15 menit. Ini akan membuat tubuh menjadi lebih relaks karena ketika tubuh berendam dalam air panas terjadi pelebaran pembuluh darah yang berarti meningkatkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Tubuh pun terasa lebih nyaman.



sumber : www.enformasi.com/2010/05/cara-menghilangkan-stres.html
Share READ MORE - Cara Menghilangkan Stress

Jumat, 20 April 2012

Kartini Modern Indonesia

Ibu kita Kartini
putri sejati...
Putri Indonesia...
Harum Namanya...
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa , pendekar kaumnya...untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini...
Putri yang mulia...sungguh besar cita-citanya...
bagi Indonesia...

Lagu ciptaan WR.Supratman inilah yang menggambarkan sosok Kartini sebagai wanita yang tegar, wanita yang cerdas, wanita yang tak pantang menyerah. Ya,,,,itulah Kartini. Tidak lama lagi, kita akan merayakan hari Kartini, pada tanggal 21 April 2012. Sudah tradisi di Indonesia, disetiap sekolah-sekolah pasti diadakan fashion show kebaya, pemilihan dimas-diajeng tingkat sekolah, atau liat anak-anak TK memakai kebaya. xixixixi... :D
Mari kita ingat lagi sejarah Kartini yang pernah diajarkan kepada kita pada waktu SD dan SMP...
Flash back…Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.


Kartini bersama suaminya, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat (1903).
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Sekolah Kartini (Kartinischool), 1918.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Nah…karena kita berada dalam dunia serba modern, kita sebagai kaum hawa akan bertanya-tanya, bagaimana sih menjadi seorang “KARTINI MODERN” ?
Untuk itu, menurut Mooryati Soedibyo wanita Indonesia itu harus memiliki 9 sifat (9T) yaitu:

1. Toto atau pengaturan yang baik.
Wanita harus dapat mengatur dan mengembangkan hidupnya secara teratur dengan selalu memiliki rencana tentang apa yang akan diraih selanjutnya.

2. Titi atau akurat.
Dalam mencapai keinginannya, wanita harus memperhitungkan secara akurat kemampuannya.

3. Titis atau mengena.
Wanita harus merealisasikan keinginannya sesuai dengan tujuan.

4. Tatak atau berani.
Wanita tidak boleh takut dalam menghadapai tantangan jaman, dan takut terhadap persaingan antara wanita dan pria.

5. Tatas atau efektif.
Selalu melakukan sesuatu dengan pemikiran yang luas dan rencana yang kuat.

6. Tetep atau konsisten.
Dalam menjalankan kehidupan atau bisnisnya, wanita harus konsisten dan tidak boleh cepat bosan dan putus asa.

7. Tanggap atau responsif.
Wanita harus selalu tanggap dalam melihat berbagai macam peluang yang dimilikinya. Jangan sampai terlewat satu pun.

8. Teguh.
Wanita harus memiliki keyakinan yang kuat dan tidak dapat diombang-ambingkan dengan kondisi.

9. Trengginas.
Wanita harus aktif, terampil, dan lincah.

Dari segi perundang-undangan sendiri, menurut Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar, saat ini sudah mulai mempertimbangkan hak-hak wanita. "Kita boleh bersyukur karena sekarang di dalam undang-undang tidak ada batasan antara wanita dengan pria," ujarnya pada kesempatan yang sama.


Namun, fakta menunjukkan masih banyak wanita Indonesia yang jauh tertinggal dari pria. Menurut Linda, salah satu faktor penghambat perkembangan wanita Indonesia adalah masih kentalnya budaya partriarki di beberapa daerah di Indonesia.

"Masalah yang masih kita hadapi adalah budaya partriarki yang masih kuat di beberapa daerah sehingga tidak memberikan ruang terhadap wanita untuk beraktivitas selain aktivitas rumah tangga," ujarnya. (sj)


source :
http://kosmo.vivanews.com/news/read/216110-9-kriteria-kartini-modern
http://wikipedia.com
Share READ MORE - Kartini Modern Indonesia

Rabu, 28 Maret 2012

Kita Perlu Move On

Oleh : Ira Mustika Ningrum

          Siapa sih yang gak pernah disakiti, yang ga pernah kecewa, atau sakit hati dan sebagainya. Semua pasti sudah merasakan kan?. Merasa diri disakiti, kecewa dan galau berkepanjangan. Sungguh itu sangat berbahaya bagi diri kita sendiri. Kita sering menyendiri, sering ngelamun yang ga jelas, sering marah-marah tanpa sebab (kok kayak kena narkoba ya?). mengalami hal seperti itu juga sungguh menyengsarakan hati dan jiwa kita, merasa diri hampa, merasa semua orang tuh musuh kita, merasa kita tuh bodoh, dsb.
       
        Dan dalam masalah yang seperti itu, kita diharuskan “move on” secara jiwa dan raga kita. Kenapa begitu?. Bila kita dalam keadaan galau yang amat sangat dan merasa “boring”, anda akan terpuruk dalam suasana hati anda. Setiap dengerin musik yang disukai, missal pacar anda, anda inget, anda ngelamunin masa-masa pacaran anda, dari kenalan, nembak cewek anda, jalan bareng, nge-date bareng, dan sebagainya. Dan bila kegalauan anda mencapai tingkat “membahayakan”, itu juga sangat mengancam kejiwaan anda, anda bisa-bisa gila bila memikirkan masa lalu anda.
       
        Jadi saran saya,
1. Secara kejiwaan :
a.    Buang jauh-jauh semua tentang apapun yang membuat anda merasa galau. Entah itu barang pemberian pacar, lagu tentang dia. Bakar barang itu, buang jauh-jauh ke sungai kek, ke laut gitu.
b.    Ingat tujuan hidup anda ke depan. Apakah anda ingin menjadi bla-bla-bla, apakah anda ingin melakukan bla-bla-bla atau anda ingin pacar bla-bla-bla
c.     Jadilah pribadi yang cuek, tapi cueknya jangan keterlaluan. Cuek dalam hal masa lalu kita.
d.    Jangan ingat-ingat lagi masa lalu kita, kalo perlu “cuci otak” anda dengan hal-hal yang menarik buat anda.
e.     Tips yang paling ampuh adalah “membuat sibuk diri anda”. Saya pernah mencoba tips yang satu ini, dan hasilnya “amazing” saya bisa melupakan mantan saja, masa lalu saya dan ditambah sikap anda yang huruf “c” yaitu “cuek”.
f.       Carilah teman curhat yang enak buat anda, bisa ortu, kakak, adik, boneka, tembok, pohon, atau teman dekat anda, pokoknya yang membuat anda merasa “plong”.
g.    Jangan bebani otak Anda dengan hal-hal yang nggak penting, delete semuanya…masukin ke recycle bin.
2.     Secara raga
a.    Rubah penampilan anda dari biasanya (maksudnya, yang biasa anda lakukan ketika bersama “doi” atau pada masa lalu anda). Model rambut Anda mungkin, hehehe.
b.    Lakukan olahraga secara rutin, ini dapat membuat otot-otot anda nggak tegang, rileks, selain itu…otak Anda bisa “fresh” kembali.
c.     Lampiaskan kekecewaan anda dengan memukul bantal dikamar anda, atau apapaun asal jangan perabotan rumah anda, karena anda bisa dimarahi oleh ibu anda.
d.    Ikutlah komunitas apa saja, komunitas jurnalistik mungkin, atau apapun itu. Yang membuat diri Anda sibukkkkkk….
        Itulah perlunya move on, melupakan masa lalu, membuka masa depan. Menutup hati untuk masa lalu, membuka hati dimasa depan. Anda mungkin juga nggak mau kan terlarut-larut dalam “kegalauan” anda tersebut? Yang anda inginkan adalah merubah hidup menjadi baik, maka itulah anda harus “move on”, saya bilang sekali lagi, anda harus “move on”, “move on”, “move on”…go … go … “move on”.
Share READ MORE - Kita Perlu Move On

Sabtu, 24 Maret 2012

Ironis!! Lagu Anak-anak di Indonesia

Saat menulis artikel ini sambil mendengarkan lagu instrumental  “In The End”- Linkin Park, mengiringi saya mengetik artikel ini dan mewakili hati saya. Ironis!! Kata itulah yang mesti saya ucapkan sekarang ini, betapa tidak? Perkembangan lagu di Indonesia sudah seperti jamur di musim penghujan. Lagu yang bergenre pop sekarang ini telah menggeser popularitas lagu anak-anak. Dulu, waktu saya umur 5 tahunan, lagu anak-anak masih banyak, dan lagu pop pun tak seperti sekarang ini. Lebih ironis lagi…kebanyakan lagu pop sekarang ini bertemakan cinta & remaja. Putus…nyambung…aku jatuh cinta…aku cinta kamu…ingin ku cium kamu…itulah kebanyakan lirik yang terkandung dalam lagu-lagu pop di Indonesia.  Banyak anak-anak di bawah umur bahkan dibilang belum “remaja” yang mengkomsumsi lagu-lagu pop tersebut, akhirnya pola pikir mereka sudah seperti orang dewasa dan sudah mengerti “pacaran”. Tak heran, anak-anak SD sekarang sudah berani “berpacaran”. Orang tua mereka juga sepertinya acuh untuk memikirkan psikologi anak mereka. Memperdengarkan lagu yang belom pantas diperdengarkan untuk anak-anak seperti mereka, harusnya kita sebagai kakak atau bahkan orangtua anak-anak tersebut memilihkan lagu yang cocok untuk mereka, lebih selektif. Selektif memilih bukan hanya selektif dalam tayangan tivi tetapi juga selektif memilih apa yang mereka dengarkan.
Anak –anak lebih suka atau lebih tenang bila mereka diperdengarkan lagu yang instrumental, atau memperdengarkan mereka lagu anak-anak yang “energik”, agar mereka tetap ceria dan berenergik dalam beraktivitas. Selama kita selektif dalam memilihkan lagu-lagu yang sesuai dengan umur mereka, insyaallah perkembangan psikologi mereka tidak ada gangguan. Jadi, selektiflah dalam memilih lagu untuk putra putri Anda.
Share READ MORE - Ironis!! Lagu Anak-anak di Indonesia

Gaya Pacaran Remaja Jaman Sekarang

Gaya pacaran remaja jaman sekarang
Perhatian !!!
Tulisan ini tidak ada maksud untuk memojokkan pihak-pihak yang terkait
Tulisan ini hanya untuk renungan kita saja
^^
By. Ira

 
           




          Banyak yang mengatakan jaman ini, jaman edan. Yaa…jaman edan. Banyak korupsi, banyak perzinaan, banyak pembunuhan, banyak penipuan. Apalagi anak mudanya (remana), “berpacaran” memang hal yang biasa untuk sekarang ini. Dulu, waktu zaman masih tenang-tenangnya, orang pacaran malunya minta ampun. Pegangan tangan di tempat umum, malunya minta ampun, ngapel dirumah pacar ga pernah, cuma kirim surat, itupun suratnya nunggu sampai 2 minggu lebih baru nyampek. Nah…itu zaman dulu, beda dengan jaman sekarang. Bumi ini sepertinya mulai panas ya? Mulai mengeluarkan asap kalo di liat dari angkasa sana pake’ satelit, hehehe.
          Kembali ke masalah pacaran para remaja sekarang ini. Longgarnya perhatian dari orangtua, mungkin menyebabkan kelakuan para remaja zaman sekarang ini semakin hari semakin liar. Secara pribadi, orangtua saya memang sangat memproteksi saya dengan anak-anak laki, tidak itu saja, sering orangtua saya berpesan, “Sekolah dulu, kamu itu masih muda, masa depan masih panjang, sekolah habis itu kuliah, kerja, baru pacaran, lebih baik lagi kalo langsung nikah”.  Jujur saja, pertama kali saya pacaran itu kelas 1 SMK, itupun dengan teman dekat saya waktu SD dulu. Ya … pertama kali pacaran, memang hati itu berbungan-bunga, seneng, sampai waktu ga kerasa kalo uda sms-an atau telpon-nan. Dalam pacaran itupun saya dengan mantan saya melakukan pacaran juga ada batasannya, pegangan tangan, cium pipi saja. Ga lebih. Tapi … sekarang ini, saat saya menulis artikel ini dalam keadaan “jomblo”, hehe. Malah enakan jomblo loh! (gue bilang gini bukan berarti gue ga laku, gue ga punya cowok lo. Emang kenyataannya kok. Lebih enjoy dalam menjalani hidup ini, banyak support juga dari orangtua).
          Kalo dulu orang pacaran itu ga berani kalo ngungkapin perasaan langsung ke si cewek, biasanya lewat surat ataupun lewat temen si cewek. Malu malu kucing gitu…. ^^. Trus kalo lagi Pe-De-Ka-Te, pas kirim surat, kudu nunggu sampe 2 minggun lebih baru nyampe. Bandingin deh dengan jaman sekarang, kalo ungkapin perasaan harus langsung di depan orang banyak, katanya sih kalo cowok nembak cewek ga langsung, dibilang,”Akh..kamu cemen, ga juntleMan”. Padahal, guru Fisika pernah bilang, “ungkapan JuntleMan ke cowok itu salah. Tahu kenapa? Karena kalo di Indonesiakan itu artinya cowok lembut. Jadi, ungkapan yang sekarang dengan kata “JuntleMan” itu salah ya anak-anak. Jangan di ulangin lagi. Itu namanya sesat dan menyesatkan!”. Kembali lagi, trus kalo dulunya orang Pe-De-Ka-Te pake surat, kalo jaman sekarang pake Ha-Pe, uda bisa kirim pesan (message) atau lewat FaceBook ataupun Twitter. Apa nggak malu ya kalo kayak gitu, mengumbar hal yang harusnya privasi di publikasikan seperti di FaceBook atau Twitter. Tak jarang kalo kita liat seperti itu, mesti bawaannya ketawa terusss…hahahaha.

          Kalo dulu pacaran pegangan tangan aja malu, sekarang…jalan berdua, boncengan, ciuman, pegangan tangan di tempat umum, “UDAK KAGAK PUNYA MALU”. Hadeh….-.-“ apa mereka nggak malu apa ya? Di liatin orang. Aku aja kalo di boncengin mantan saya dulu, ga pernah tuh pelukan dari belakang, karena saya punya rasa “malu”. Yang lebih parah lagi, pacaran di “WARNET”, berduaan, trus kalo uda di dalem warnet itu, mereka ngapain?. Pemilik warnet juga! Menyediakan layanan yang seperti itu, memasang bilik-bilik setinggi-tingginya agar gak keliatan. Harusnya, kalo warnet itu, terbuka, ga usah pake’ sekat-sekat segala. Jadi si penjaga warnet itu tahu, pelanggannya ngapain. Bayangin deh kalo ada grebegan polisi di warnet, trus ada pasangan muda mudi, lagi buka-bukaan baju, trus di grebeg, malu kan? Yang malu siapa? Si pelanggan itu, selain itu, yang punya warnet juga, usahanya terancam ditutup. Pasti dengan alasan “TEMPAT MESUM”.  Repot kan?.
          Jadi menurut teman-teman semua, bagaimana pacaran yang baik? Atau menurut Anda nggak usah pacaran sekalian.
         
Share READ MORE - Gaya Pacaran Remaja Jaman Sekarang

Senin, 12 Maret 2012

MAKHLUK PALING LEMBUT SEDUNIA

Apa yang kalian pikirkan tentang judul di atas? Mungkin di pikiran kalian adalah, terlalu lebai lu, hmm…apa ya?, gue ga tau. Hahaha….tenang dulu. Jangan pada panik plus jangan berfikiran negatif dulu yaaa.
          Kalian semua mungkin pada pernah patah hati kan? Gue juga pernah ngerasain hal itu. Lama banget buat ngilangin tuh sakitnya. Pernah di pikiran gue, “Kenapa  nggak gue kasih betadine aja ya, biar cepet sembuh?”, hahaha “gooobbbbbblllokkk”. Saat dia bilang gini “mendingan kita putus aja deh. Kamu sekarang gitu, apa-apa kamu atur trus. Gak boleh gini, gak boleh gitu” dan gue bilang “Aku ngelakuin itu karena aku sayang ma kamu. Kamu tau kan?”. (Percakapan diatas harusnya disensor, karena terlalu norak). Dan gue resmi putus dari tuh cowo atau lebih tepatnya mantan gue. Berhari-hari gue  nangis, kurung diri di kamar, hancurin barang yang uda dia kasih, hancurkan dan bakar!!.
          Emang hati wanita tu rapuh banget ya? Walaupun sang wanita tegar sekalipun!!. Termasuk gue. Gue aja kalo uda sayang banget trus diputusin, huftt…untuk melupakannya pun lamaaaaaaa sekaliiii. Misal kenalah baru 2 hari, trus tembak, pacaran, selang beberapa hari kemudian kita putus, nah..buat melupakannya itu sampai 2 tahun baru bisa lupa (hehe…lebai banget ya).
          Pernah temen gue cerita ke gue (curhat ceritanya). Tampang si temenku gue ini sih ga jelek-jelek amat yaa. Tampang standart lah…hahaha. “Ir…gue jatuh cinta”,kata si dia. “Cinta sama sapa loe? Perasaan selama ini loe ga pernah pacaran deh”, tanya gue penasaran. “Gue suka sama si X, yang sekolah di SMA X, dan bla-bla-bla”. Gue manggut-manggut aja sebagai temen yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, sayang orang tua, sayang nenek kakek, sayang binatang gue juga (hahaa…kepanjangan). “So….???”. “Gue suka ma dia. Gue pengen jadi ceweknya dia”. Mata kita bertemu, “oh…anak ini lagi jatuh cintrong”. “Uda loe ajak dia ketemuan dimana gitu”. “Hmm…oke deh gue coba ntar. Gue coba sms dia, basa basi doank sih”. “Semangat teman”, kata gue sambil menepuk pundaknya memberi semangat.
          Uda 2 hari gue ga ketemu sama temenku itu,”Tuh bocah kemana ya? Tumben ga nongol-nongol tuh hidungnye”. Baru aja diomongin, tiba-tiba dia datang dengan mata sembab, matanya merah, habis nangis.”Kenapa loe? Loe nangis ya?”. Dia masih sesenggukan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Loe kenapa sih? Cerita ke gue!”. “Gu…uu…ee…ditolak. Huuuuuaaaaaaaaaa”,tangisnya pecah menggema ruangan kelas. “Uda…uda…jangan gitu. Mungking dia bukan yang terbaik untuk loe”. “Gue uda terlanjur jatuh cinta ma dia,Ir. Dia itu perfect banget. Gue banget!. Kamu ngerti donk perasaanku kayak gimana!. Sakit,Ir. Sakit. Sakitnya nggak ketulungan!”,jawabnya disela-sela tangisnya sambil menatap wajah jerawatan gue. “Iya…gue tahu. Uda jangan nangis gitu!”, gue mencoba menenangkan.
          Nah…cerita fakta di atas uda mewakili semuanya. Bahwa setiap manusia pasti gampang jatuh cinta, tapi terlalu sulit melupakan cinta tersebut. Yah…gue juga pernah ngerasain hal serupa. Hal yang lebih menyakitkan lagi, sulit untuk dilupakan. Seperti iklan di tivi, “Karena Wanita Ingin Dimengerti”. Yaaa…setidaknya saat gue tulis ini, gue lagi ngejomblo. Alhamdulillah, gue seneng banget waktu memegang predikat jomblo tersebut. ^^
Share READ MORE - MAKHLUK PALING LEMBUT SEDUNIA

DIA SAHABATKU

Mentari datang dan menyapaku pagi itu, “SEMANGAT PAGI DUNIA”. Ya … pagi itu mentari seakan ingin mengajakku ke tubuhnya yang hangat itu. O iyaa….hari ini hari pertamaku masuk sekolah, setelah sekian tahun libur (hehehe…alayy deh ya). Menempati kelas baru, semangat baru pula, apapun serba baru bagiku. Jam 05.45 aku mulai bersiap-siap untuk ke tempat kesayangaku, that is my lovely school ^^. Karena sekolahku yang lumayan jauh  plus aku masih umur 16 tahun, ga boleh bawa motor kalo sekolah, ke sekolahpun naik bus, trus berhenti ke terminal oper naik angkutan deh (repot banget deh ya).
          “Selamat pagiiii teman…”, sapaku pada Andini, temanku. “Hey…pagi juga”, jawabnya gembira. “Kelas kita dimana nih. Bingung nih sama denah di madding”. “Kayaknya kita di lantai 2 deh. Kesana aja deh, yukk”, katanya sambil menarik tanganku. Tangga demi tangga aku lalui, dan sampailah di kelas XI IPA 2, kelas baruku. Aku duduk di deretan nomor 2 dari depan, pojok sendiri (duduk di situ sih terpaksa, uda ga ada tempat sih).
          “Teett…tettt”, bunyi bel sekolah menandakan semua kelas masuk ke dalam kelas masing-masing. Pagi itu ada sosialisasi dari wali kelas, pemilihan ketua kelas plus penataan bangku kelas juga (maksudnya yang duduk di atur sama wali kelas). Kali ini aku yang jadi sasaran dari wali kelasku, tempat dudukku di pindah. Kelasku yang menghadap timur, papan tulis menghadap timur, dan siswanya menghadap barat, tempat dudukku yang semula di sebelah selatan, disuruh ganti di sebelah utara. Di tempat duduk sebelah selatan, aku ga terlalu kenal teman-temanku yang duduk sebelah selatan. Akhirnya aku duduk sebelah Diana. Semula canggung juga sih kenal sama dia, tapi lama kelamaan dia orangnya asik plus baik, walau sifatnya yang keras. Memang Diana temanku itu pendiriannya keras banget. Sejak saat itulah, kami akrab, kemana-mana berdua, kalo aku ga punya uang jajan, Dianalah yang selalu membelikanku jajan atau meminjamiku uang.
          Diana yang pintar dalam berhitung, dan aku pandai dalam bahasa. Kita klop banget kan? Kalo aku ga ngerti soal rumus matematika atau ga bisa ngerjain, aku tanya deh ke Diana. Kalo Diana ga ngerti soal rumus bahasa inggris atau ga bisa, dia juga tanya ke aku. Hari-hari kami, kami jalani dengan bahagia. Aku selalu menceritakan Diana kepada ibuku. Makan bareng, berangkat sekolah bareng, saling curhat. Yes….i’m happy.


          Persahabatan ku dengannya tak bertahan lama, karena aku telah menduakan sahabatku tersebut, tak hanya pacar saja lo yang bisa diduakan, sahabat juga…
Waktu itu aku kenal dengan seorang sahabat cewek yang baik hati plus rajin sholat, dan aku sangat menhargainya. Sebelumnya sih aku belum terlalu kenal orangnya, hahaha. Sebelum kenalan juga, aku uda punya pikiran negatif tentang sahabat cewek ku itu (gue masih normal lo yaa!!). Aku berkenalan dengan temen cewek ku itu, namanya Ratih. Berjilbab, baik hati, rajin sholat, taat agama (haha…lebai deh ya). Hari-hari aku bersama Ratih, dan sahabatku Diana aku lupakan begitu saja. Aku sering keluar dengan Ratih, yang biasanya aku keluar dengan Diana.
          Entah hubungan ku dengan Diana mulai merenggang, aku merasa Diana mulai menjauhiku waktu itu. Aku bingung, aku sayang mereka berdua, aku sayang dengan kedua sahabatku. Mereka itu bak langit dan bumi. Berbeda, tapi bisa memberikan warna dalam hidupku. Ya…Diana mungkin marah dengan sikapku yang begitu, dan aku menyesal. Ratih tau bahwa Dianalah sahabat pertamaku waktu itu dan diam-diam dia juga seperti menjauh dariku. Aku sendiri, tanpa seorang sahabat disisiku. Aku menyesal waktu itu, tapi hanya penyesalan yang menghinggapi hari-hariku.
          Aku meminta maaf kepada Diana, atas sikapku selama ini. Tapi yang dia respon, dingin-dingin saja. Tak ada kesan sama sekali. Aku ingin seperti pertama dia menjadi temanku, pergi bersama, ngerjain tugas bersama, berangkat sekolah pun bersama. Dia juga jarang ngobrol denganku. Hati ku mulai kering. Andai aja waktu itu aku ga gitu ke Diana, mungkin semua ini nggak bakal terjadi kepadaku dan kepada hubungan persahabatanku. Karna “DIA SAHABATKU”
Share READ MORE - DIA SAHABATKU

Jumat, 17 Februari 2012

Koleksi Buku Raditya Dika

Share READ MORE - Koleksi Buku Raditya Dika

Template by:

Free Blog Templates